RESENSI " Hidup Tak Selalu Baik-Baik Saja" GLADYS CITRA PURNAMA XII.3
RESENSI
BUKU (HIDUP TAK SELALU BAIK – BAIK SAJA)
SINOPSIS
:
Buku "Hidup tak selalu baik baik saja" karya
Zee Zee Aurora adalah sebuah buku motivasi dan pengembangan diri yang mengajak
pembaca untuk menerima kenyataan bahwa hidup tidak akan pernah luput dari rasa
kecewa, sedih, marah, dan trauma. Penulis menekankan bahwa berpura-pura
baik-baik saja, seseorang harus berani menghadapi dan berdamai dengan masa-masa
sulit tersebut. Buku ini memberikan semangat bagi mereka yang masih dibayangi trauma
masa lalu agar percaya bahwa hal itu tidak akan terulang, dan mendorong mereka
untuk belajar menerima serta menjalani hidup dengan lebih baik. Bagi yang
pernah merasakan pengkhianatan dalam hubungan apapun, baik persahabatan,
persaudaraan, atau percintaan, buku ini meyakinkan bahwa waktu akan
mempertemukan dengan orang yang lebih pantas. Pesan inti dari buku ini adalah
pentingnya mencintai dan memprioritaskan diri sendiri dengan berhenti berkorban
secara berlebihan, serta mengambil tanggung jawab penuh atas diri sendiri,
termasuk dalam hal menyembuhkan luka sendiri dan berani menghadapi segala
risiko hidup.
KELEBIHAN
:
·
Topik
yang jujur dan relevan.
·
Penggunaan
bahasa yang ringan dan mudah dicerna.
·
Memberikan
motivasi untuk menyembuhkan diri.
KEKURANGAN
:
·
Adanya
pengulangan topik.
·
Bagian
awal terasa kaku atau kurang menarik.
·
Penyelesaian
cerita yang terlalu cepat.
KUTIPAN
PENTING :
"Hidup tak selalu baik-baik saja. Selalu ada hal yang membuat kamu kecewa, sedih, marah, dan trauma. Kamu yang masih memiliki rasa takut karena trauma masa lalu, percayalah ia tidak akan terulang lagi."
"Berhentilah menyalahkan orang lain dan belajar
bertanggung jawab; belajar menyembuhkan luka sendiri, dan belajar menghadapi
bahwa ini adalah risiko dari apa yang kita lakukan."
KESIMPULAN
:
Buku "Hidup Tak Selalu Baik-Baik Saja" karya
Zee Zee Aurora adalah buku pengembangan diri yang menawarkan perspektif jujur
dan melegakan tentang realitas kehidupan, di mana kegagalan, kesedihan, dan
trauma adalah hal yang wajar dan perlu diterima, bukan ditolak. Dengan gaya
bahasa yang sangat ringan dan mudah dipahami, buku ini berfungsi sebagai
panduan yang memotivasi pembaca untuk bertanggung jawab atas proses penyembuhan
luka batin sendiri, berhenti menyalahkan, serta menemukan kekuatan dan
kesabaran melalui tantangan hidup; meskipun ada kritik bahwa isinya kadang
terasa berulang dan beberapa kisahnya kurang mendalam, buku ini berhasil
menyampaikan pesan utama untuk berdamai dengan ketidaksempurnaan agar dapat
melangkah maju dengan hati yang lebih kuat.
Gladys
Citra Purnama (XII.3)
Komentar
Posting Komentar