RESENSI "Filosofi Menikmati Hidup" RAEKHAN AJI WINATA XII.3
Resensi Buku Filosofi Menikmati Hidup
I. IDENTITAS BUKU
• Judul Buku: Filosofi Menikmati Hidup
• Penulis: Katla Malatika
• Genre: Nonfiksi / Pengembangan Diri
• Penerbit: Caesar Media Pustaka
• Tahun Terbit: Cetakan Pertama Desember 2022, dan
cetakan ke-11 Februari 2025
• Jumlah Halaman: 168 Halaman
• Harga Buku: Rp 60.000
II. PENDAHULUAN
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang sering
lupa bagaimana cara menikmati hidup dengan sederhana. Segalanya terasa seperti
perlombaan mengejar kesuksesan, popularitas, dan pengakuan, hingga tanpa sadar kita
kehilangan makna dari kebahagiaan itu sendiri. Melalui bukunya yang berjudul Filosofi
Menikmati Hidup, Katla Malatika mencoba mengingatkan pembaca untuk kembali menata
cara kandang terhadap kehidupan.
Buku ini hadir bukan sekadar sebagai bacaan ringan, tetapi juga sebagai cermin refleksi
diri, yang mengajak kita berhenti sejenak, menarik napas, dan merenungi betapa berharganya
setiap momen kecil dalam keseharian. Dengan bahasa yang lembut, sederhana, namun penuh
makna, penulis menyampaikan pesan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan di luar diri,
melainkan dalam kesadaran untuk mensyukuri apa yang kita miliki saat ini.
Saya memilih buku ini sebagai tugas resensi dengan tema pengembangan diri, karena
isinya sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Banyak orang, termasuk saya sendiri,
terkadang merasa terlalu sibuk mengejar berbagai hal hingga lupa untuk menikmati
prosesnya. Buku ini memberikan pandangan baru tentang bagaimana cara mencintai hidup
dengan lebih tenang, sederhana, dan penuh rasa syukur. Selain itu, pesan yang disampaikan
Katla Malatika juga mampu memotivasi pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih sadar,
damai, dan bahagia dalam menjalani hidup.
III. ISI RESENSI
Buku Filosofi Menikmati Hidup berisikan tentang proses perjalanan dalam merenungkan
setiap hal pada diri kita sendiri untuk menjadi manusia berproses dalam setiap kegiatan yang
terasa cepat oleh arus kehidupan yang sering berjalan. Buku ini memberikan perhatian khusus
pada dasar-dasar dari setiap permasalahan hidup manusia, seperti rasa kecewa, kehilangan,
tekanan batin, dan pencarian makna diri. Setiap permasalahan tersebut disajikan dengan katakata yang menenangkan dan memotivasi, sehingga pembaca tidak hanya merenungi isi buku,
tetapi juga mampu belajar dari pengalaman yang dihadirkan oleh penulis. Awalan pada buku
ini memberikan narasi mementingkan pentingnya hidup dalam waktu yang singkat, dengan
menjelaskan bahwa hidup yang modern penuh dengan kesulitan dan tekanan pada setiap
proses yang dilalui oleh seseorang. Dengan hal itu buku ini memberikan pengajaran pada diri
kita untuk menciptakan tuntunan-tuntunan dalam kehidupan yang santai atau slow living.
Hidup yang santai bermakna bukan hidup bermalas-malasan, tetapi membiarkan kehidupan
berjalan semestinya tanpa terpaku pada tekanan atau kesulitan pada kehidupan seseorang.
Kemudian buku ini memberikan narasi-narasi yang relevan pada kehidupan saat ini,
dengan memberikan gaya tulisan dalam penerapan filsafat Stoikisme. Filsafat Stoikisme
diartikan pada buku ini adalah suatu aliran yang membantu kehidupan untuk
mengembangkan diri dengan tetap hidup sederhana, santai, dan lebih bahagia dengan
kehidupannya. Dengan prinsip filsafat Stoikisme, bertujuan untuk mengusai diri dengan baik
pada seseorang dalam menjalani kehidupan kehidupannya. Kemudian Stoikisme relevan pada
arus kehidupan dalam penerapan kehidupan santai, untuk bergerak lambat agar gaya hidup
dapat dirasakan setiap prosesnya yang kita jalankan untuk lebih bermakna dan dihargai.
Buku ini berisikan pemikiran penulis dengan gaya penulisan yang dapat bermakna tersirat
maupun tersurat. Dengan pengolahan kata yang baik, penulis membantu para pembaca untuk
memahami serta menerapkan prinsip-prinsip kehidupan ataupun prinsip kebahagiaan dan
konsep mengontrol diri yang baik dan relevan, yang dapat dijadikan contoh serta sumber
motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, buku ini memberikan pemahaman
mendalam tentang makna kehidupan melalui penerapan prinsip-prinsip hidup yang dijelaskan
di dalamnya dalam memperoleh kebahagiaan. Makna kebahagiaan dalam buku ini dijelaskan
sebagai sesuatu yang bersumber dari dalam diri, bukan dari hal-hal luar seperti harta, jabatan,
atau pengakuan orang lain. Setiap individu memiliki cara masing-masing dalam menemukan
kebahagiaannya, dan penulis menegaskan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat diperoleh
ketika seseorang hidup selaras dengan hati dan pikirannya sendiri.
Kemudian buku ini memberikan penjelasan dalam menerapkan kontrol diri dalam
menerima dan merasa hidup secukupnya. Mengukur diri dan mengontrol diri menjadikan
topik yang membawa para pembaca agar bersifat terbuka pada pemikirannya dan membuka
jalan untuk berpikir lebih positif, terarah, membangun mindset, bersikap tenang, dan logis
menghasilkan keputusan. Pada bagian ini saya sebagai peresensi menjadikan topik ini
kesukaan saya, karena pembahasan ini menjadikan motivasi saya untuk menerapkan perlikauperilaku dalam mengambil keputusan, mengendalikan diri, dan sadar menjadi penting untuk
lebih memahami filosofi menikmati hidup lebih baik dan secukupnya dalam lingkaran
kehidupan yang positif.
IV. ANALISIS / ULASAN
Salah satu keunggulan buku ini terletak pada gaya penulisan Katla Malatika yang hangat
dan menenangkan mampu membuat pembaca dapat termotivasi. Ia tidak menggurui, tetapi
seolah berbicara langsung kepada pembaca dengan nada yang lembut dan penuh empati.
Filosofi yang ditawarkan tidak rumit, melainkan sederhana namun menyentuh bahwa
bahagia bukan tentang memiliki segalanya, tetapi tentang mampu mensyukuri apa yang ada
saat ini.
Selain itu, buku ini juga memiliki nilai reflektif yang tinggi. Banyak kutipan dan paragraf
yang dapat membuat pembaca berhenti sejenak untuk merenung tentang arah hidupnya yang
menjadikan cerminan hidup untuk mendapatkan pesan tersendiri untuk termotivasi. Namun,
bagi sebagian pembaca yang menyukai alur yang lebih kuat atau kisah yang lebih konkret,
buku ini mungkin terasa sedikit lambat dan repetitif di beberapa bagian. Meskipun begitu,
pesan yang ingin disampaikan tetap jelas dan menggugah hati.
V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Secara keseluruhan, Filosofi Menikmati Hidup adalah buku yang menyegarkan jiwa dan
cocok dibaca oleh siapa pun yang sedang merasa lelah, cemas, atau kehilangan arah dalam
hidup. Buku ini sangat direkomendasikan untuk siapa pun yang sedang merasa lelah, tertekan,
atau kehilangan arah dalam hidupnya. Cocok dibaca oleh remaja hingga dewasa yang ingin
memperdalam pemahaman tentang pengembangan diri. Dengan membaca buku ini,
pembaca akan belajar bahwa memahami proses kehidupan dapat memperoleh nikmat
hidupnya sendiri serta kebahagiaan bukan soal hasil, tetapi tentang bagaimana kita menikmati
setiap proses yang kita jalani. Katla Malatika berhasil menyampaikan pesan bahwa hidup tidak
harus selalu dikejar dengan terburu-buru terkadang, yang kita butuhkan hanyalah berhenti
sejenak dan menikmati setiap detik yang kita miliki.
VI. IDENTITAS PERESENSI
Nama: Raekhan Aji Winata
Kelas: 12.3
Asal Sekolah: SMA Martia Bhakti
Komentar
Posting Komentar