RESENSI "Is It Bad or Good Habits" YUSUF FIRMANSYAH XII.3


RESENSI IS IT BAD OR GOOD HABITS




 IDENTITAS BUKU 

Judul Buku : Is It Bad or Good Habits
Penulis : Sabrina Ara
Penerbit : Syalmahat Publishing
Tahun Terbit : Cetakan ke 25, 2025
Jumlah Halaman:134 Halaman
ISBN : 978-623-97672-3-5 

PENDAHULUAN 

 Pernahkah kamu merasa seolah-olah telah menempuh perjalanan yang sangat jauh, tapi akhirnya menemui diri kembali di tempat yang sama seperti semula? Kita sering kali merasa hampir putus asa dalam berupaya untuk bertahan, tanpa melihat adanya kemajuan, dan merasa bahwa langkah-langkah kita hanya membawa kita kembali ke titik awal yang sama. Mengapa hal ini terjadi? 

 Mungkin Anda menyadari bahwa yang membawa Anda kembali ke tempat yang sama adalah sebuah kebiasaan yang sering kamu lakukan? Seperti dalam sebuah perjalanan, kebiasaan yang terus-menerus dilakukan akan menghasilkan hasil yang sama. Otak kita, terutama dalam alam bawah sadar, telah merekam memori dari pengalaman-pengalaman yang serupa, yang terbentuk dari rutinitas dan kebiasaan yang kita lakukan.

Itulah sebabnya, untuk menciptakan tujuan baru dan membentuk kebiasaan baru, kita perlu mengubah jalur yang telah kita tempuh sebelumnya. Ini berarti mengubah pola pikir, menggunakan cara yang berbeda, dan mengubah citra diri kita yang mungkin telah kita kenal sebelumnya. Buku ini akan membahas semua hal itu: bagaimana proses berpikir manusia, bagaimana kita mengenali diri kita sendiri, dan bagaimana kita dapat bergerak dari kebiasaan kecil menuju kebiasaan yang dapat membawa kesuksesan. 

Karena otak kita, terutama dalam alam bawah sadar, telah merekam memori dari pengalaman-pengalaman yang serupa, yang terbentuk dari rutinitas dan kebiasaan yang kita lakukan, maka sangat penting untuk menetapkan tujuan yang jelas agar kita tidak jatuh ke dalam kebiasaan buruk yang sama, sehingga memudahkan proses untuk mengubah kebiasaan kita. 


ISI RESENSI 

Saat kamu terbangun di pagi hari, kegiatan apa yang kamu lakukan pertama kali? Apakah mengecek handphone? Meminum segelas air putih? Membuat to-do-list? Atau stalking media sosial mantan? 

Mari lihat kembali apakah perilaku tersebut dilakukan dengan spontan tanpa pertimbangan, atau memang memerlukan upaya dan perencanaan. Apapun jawabannya, kedua aspek ini akan membantu kita memahami apakah perilaku tersebut termasuk kebiasaan atau rutinitas. Penting untuk menyadari bahwa meskipun keduanya melibatkan tindakan yang berulang dan teratur, kebiasaan dan rutinitas itu memiliki perbedaan yang sangat signifikan. 

Kamu seringkali menikmati segelas teh di pagi hari, sehingga menjadi rutinitas bagi Anda untuk pergi ke dapur, menyeduh teh, dan membawanya ke serambi rumah. Begitu juga, Anda cenderung mencuci muka sebelum tidur, sehingga menjadi rutinitas bagi kamu untuk menuju kamar mandi dan membersihkan wajah kamu. Dengan demikian, apa yang dimaksud dengan kebiasaan dan rutinitas? 

Kebiasaan merupakan tindakan yang dilakukan secara berulang oleh seseorang, seringkali tanpa disadari. Sebagai contoh, makan sambil berbicara bisa menjadi kebiasaan bagi seseorang. Mungkin saja orang tersebut tidak menyadari bahwa suara saat berbicara sambil makan sangat bising dan mengganggu orang lain. Kebiasaan cenderung berulang dan sulit untuk disadari.

 Di sisi lain, rutinitas memiliki karakteristik yang berbeda. Seseorang melakukan aktivitas ini dengan pola yang konsisten dan urutan yang sudah ditentukan. Contohnya, sebelum memulai jam kerja di kantor, seorang karyawan biasanya membaca berita online terbaru, menyeduh teh pagi, memeriksa agenda kerja, mengadakan sesi briefing dengan atasan, dan kemudian melanjutkan tugas-tugasnya. Serangkaian aktivitas ini diatur dengan urutan tertentu dan dilakukan secara rutin. 

Tujuh Bab Mengenai Introspeksi dan Transformasi

 Sabrina Ara memandu kita melalui proses introspeksi dan transformasi kebiasaan yang disusunnya ke dalam tujuh bab. Bab pertama dengan judul “Mengenal diri”, kita diajak untuk memahami pola pikir terhadap aktivitas harian kita. Terdapat tiga komponen yang mendasari pola kebiasaan yaitu sinyal (cue), rutinitas (routine), dan penghargaan (reward). 

Sebagai contoh seorang perokok ketika habis makan mendapatkan sinyal berupa rasa asam di mulutnya. Dari rutinitasnya menghisap rokok, ia mendapatkan pengharagaan berupa rasa terpuaskan karena mulutnya sudah tidak terasa asam lagi. Dari penjelasan ini kamu bisa bayangkan kan, rutinitas merokok sebenarnya bisa dirubah dengan makan permen asam? 

Pada Bab pertama ini juga mengenalkan kita terhadap lingkaran kebiasaan Charless Dunhigg, “Cara paling efektif untuk mengubah sebuah kebiasaan adalah dengan mempertahankan sinyal dan reward dari sebuah lingkaran kebiasaan”. 

Bab kedua yang berjudul “Bad Habit or Good Habit?”, kita diajak untuk merefleksikan mengapa kita mudah mengulang kebiasaan buruk. Kita juga dikenalkan pada berbagai ciri-ciri kebiasaan buruk pada seseorang. Buku ini juga mengutip pesan dari Najwa Shihab yang berbunyi “Dahulu merdeka dari penjajah, kini dari kebiasaan buruk yang tak mau berubah”. 

Pada bab ketiga kita membahas soal “Zona Nyaman”, yang dimana setiap orang berhak memilih untuk hidup di dalamnya, terlebih jika zona nyaman tersebut diraih dengan perjuangan. Namun, Sabrina Ara juga menjelaskan bahwa zona nyaman dapat menjadi penghalang kesuksesan kita karena berada di dalamnya membuat kita tidak berkembang dan tidak mengenali kelebihan serta kekurangan diri sendiri. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menentukan tujuan hidup sebagai motivasi keluar dari zona nyaman karena tujuan hidup yang jelas dapat mempermudah proses kita. 

Bab keempat buku ini berjudul “Change Your Habit”, Sabrina Ara mengajak kita untuk perlahan dapat merubah kebiasaan buruk yang kita miliki dan membentuk kebiasaan baru yang positif. Poin penting yang perlu kita perhatikan dalam merubahnya yakni komitmen, kemudian aksi dalam bertindak, dan disertai dengan manajemen waktu yang baik. Apabila ketiga poin tersebut dijalankan, maka perlahan kita dapat merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baru yang positif.

Bab kelima memberikan kita sudut pandang bahwa energi dari orang lain dapat berdampak kepada kebiasaan diri kita. Untuk itu, penting sekali dapat mengelola energi yang masuk ke dalam diri kita, contohnya apabila ada komentar negatif dari orang lain terhadap diri kita, jadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk lebih baik lagi ke depannya. 

Untuk mempertahankan kebiasaan baik yang kita miliki, bab enam menjelaskan bahwa kita perlu untuk mengelola stress dan merawat kebiasaan baik tersebut. Sabrina Ara memberikan lebih dari sepuluh cara untuk mengelola stress di antaranya yaitu menghindari pemicunya, bercerita dengan orang yang dipercaya dan mencari solusi permasalahan tanpa menundanya. 

Pada bab ketujuh yang merupakan bagian terakhir, terdapat kebiasaan-kebiasaan positif para tokoh sukses seperti Eka Tjipta Widjaja seorang pebisnis yang gigih, Mario Teguh sang motivator pikiran positif, Sidney Poitier yang mengubah kritikan menjadi motivasi, dan Thomas Alva Edison dengan kebiasaan membaca bukunya. Bab akhir pada buku ini menyajikan penjelasan tentang kebiasaan tokoh-tokoh sukses yang jarang sekali dibahas dan disebarkan oleh media. 

ULASAN 

Kelebihan: 

 Bahasa yang digunakan pada buku ini mudah dipahami.
 Isi pada buku ini singkat, padat, dan jelas. Setiap bab hanya terdiri dari beberapa halaman yang penjelasannya tidak bertele-tele.
 Menyajikan banyak pembelajaran praktis dalam kehidupan sehari-hari yang dapat membantu pembaca untuk merubah kebiasaannya.
 Cover yang digunakan memiliki warna yang sangat terang. 

Kekurangan: 

 Memiliki tanda baca dan pengetikan yang masih kurang tepat sehingga kurang dipahami oleh pembaca
 Gambar yang disertakan dalam buku ini tidak berwarna sehingga tidak menarik. 

KESIMPULAN 

Kebiasaan adalah sesuatu yang dilakukan seseorang secara berulang, yang seringkali terjadi tanpa disadari, tindakan ini dilakukan oleh seseorang dengan pola yang sama dengan urutan tertentu. Kebiasaan buruk terus dilakukan kenapa hal ini terjadi karena pengaruh waktu, lokasi, orang lain, kondisi yang emosional dan tindakan yang dilakukan sebelumnya. Untuk mengubah kebiasaan bisa dimulai dengan berkomitmen untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik, ketika sudah berkomitmen pada sebuah keputusan, harus siap untuk memberikan waktu dan energi untuk melakukan sebuah perubahan. 

Buku ini cocok dibaca di waktu kapan saja oleh semua kalangan yang ingin memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Memiliki kalimat yang positif serta kutipan dari berbagai penulis yang diselipkan dalam setiap bagian dan lembaran buku, buku ini dapat memberikan motivator dan memberi semangat kepada para membaca agar dapat mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik. 

RESENSATOR
NAMA : YUSUF FIRMANSYAH
KELAS : XII.3
 ASAL : SMAS MARTIA BHAKTI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI "Control Your Attitude" ATAREVAN AKBAR DERIO XII.3

RESENSI " Hidup Tak Selalu Baik-Baik Saja" GLADYS CITRA PURNAMA XII.3

RESENSI "Bertumbuh Mengenal Diri Sendiri" R. NAZWA AULIA NISSA XII.3