RESENSI "Quarter Life" MUTYA AL ZAHRA ADAM XII.3
RESENSI BUKU “QUARTER LIFE”
A.
IDENTITAS
BUKU
Ø Judul : Quarter Life
Ø Penulis : Inka Aghistna
Ø Penerbit : C-Klik Media
Ø Tahun
Terbit : 2024
Ø Jumlah
Halaman : 140 halaman
Ø Ukuran
Buku : 14 x 20 cm
Ø ISBN
: 978-623-357-131-9
B.
SINOPSIS
Buku Quarter Life mengajak pembaca —
khususnya generasi muda yang memasuki usia 20-an — untuk menyelami fase
kehidupan yang sering disebut “quarter-life” atau “seperempat abad”. Dalam fase
ini, banyak orang mengalami ketidakpastian besar terhadap arah hidup mereka:
mulai dari karier, hubungan, keuangan, hingga makna hidup. Buku ini dibagi
dalam enam bab (menurut ulasan) yang masing-masing menyajikan kisah pengalaman
penulis sendiri dan refleksi terhadap proses pencarian jati diri, pengelolaan
ekspektasi lingkungan, perbandingan sosial (termasuk media sosial), serta
bagaimana memilih untuk hidup sesuai nilai pribadi — bukan hanya menjalankan
standar yang dibebankan oleh orang lain atau masyarakat.
Kehidupan setelah dewasa ternyata
bukan sekedar bagaimana agar menjadi juara. Memang tidak ada lagi nilai merah
yang harus dihindari, tapi hasrat berkompetisi terasa semakin tinggi. Tidak ada
materi pelajaran yang harus dikejar, tapi terus saja merasa tertinggal. Tidak
ada guru yang akan memberi hukuman, tetapi diri sendiri berlaku lebih kejam
saat melakukan kesalahan.
C.
KELEBIHAN BUKU
1.
Relevan
dengan kehidupan anak muda
Buku ini sangat dekat dengan realitas yang dialami generasi muda usia 20–an yang sedang mencari jati diri, karier, dan arah hidup.
2.
Gaya
bahasa ringan dan mudah dipahami
Inka Aghistna menulis dengan bahasa yang mengalir, santai, dan relatable, sehingga pembaca merasa seperti sedang diajak berbicara oleh teman sendiri.
3.
Mengandung
banyak refleksi dan motivasi
Setiap bagian buku berisi pesan positif yang bisa membantu pembaca lebih memahami diri, mengatasi kecemasan, serta menghadapi krisis seperempat abad dengan bijak.
4.
Berisi
pengalaman nyata dan kisah inspiratif
Penulis membagikan pengalaman
pribadinya dan pandangan realistis tentang kehidupan, sehingga pembaca bisa
belajar dari kisah nyata, bukan hanya teori.
D.
KEKURANGAN
BUKU
1.
Beberapa
bagian terasa berulang
Ada beberapa topik yang diulas dengan ide serupa, sehingga sebagian pembaca merasa pesannya agak berputar di sekitar hal yang sama.
2.
Lebih
cocok untuk pembaca tertentu
Isinya sangat berfokus pada pengalaman pribadi penulis dan konteks sosial anak muda urban, sehingga mungkin kurang relevan bagi pembaca dengan latar belakang berbeda.
3.
Bahasa
terlalu santai untuk pembaca formal
Gaya bahasanya yang kasual dan penuh
ungkapan sehari-hari bisa terasa kurang “serius” bagi pembaca yang terbiasa
dengan tulisan akademik atau sastra mendalam.
OLEH MUTYA AL ZAHRA ADAM XII.3 (˶ᵔ ᵕ ᵔ˶)
Komentar
Posting Komentar