RESENSI "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat" ZAHRA RAFITA LUTFI XII.3
RESENSI BUKU “Sebuah Seni Untuk Bersikap
Bodo Amat”
I.IDENTITAS BUKU
• Judul Buku : Sebuah
Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
• Penulis : Mark Manson
• Penerbit : Gramedia
Widiasarana Indonesia
• Tahun Terbit : 2016
• Kota Terbit :
Jakarta
• Jumlah Halaman
: 246 halaman
• ISBN : 978-602-452-698-6
II. PENDAHULUAN
Sebuah seni untuk bersikap bodo amat dengan judul
asli the subtle art of not giving a f*ck merupakan karya pertama Mark Manson.
Dia merupakan blogger sejak tahun 2009 dan mendulang sukses dengan jumlah
pengunjung dua juta orang setiap
bulannya. Dan buku tersebut
membuatnya semakin dikenal
publik dan masuk daftar buku best seller
The New York Times dan Washington Post.
Dalam buku pengembangan diri yang
mewakili generasi ini, Mark Manson, menunjukkan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang
yang lebih kuat, lebih bahagia
adalah dengan mengerjakan
segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi
"positif" di setiap saat.
III. ISI RESENSI
"Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak
acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda," adalah salah satu
kutipan dari buku tersebut yang menjadi gambaran secara menyeluruh maksud masa bodo pada judul. Namun tentu saja jika mengatakan masa bodo pada sesuatu harus ada pertanggung jawaban berupa hal lain yang menjadi prioritas dan lebih penting dari sekedar hal yang dimasa
bodokan tadi.
Buku
ini menampar ekspektasi kehidupan yang selalu
menuntun kita bahwa
melakukan hal positif akan selalu membawa hasil yang
baik sedangkan sebaliknya akan terjadi jika itu hal negatif. Dibandingkan dengan
angan-angan, buku ini lebih cocok kepada realita
yang terjadi di lapangan
dan hidup kita sendiri. Itulah mengapa dalam proses membaca sering kali kita
akan berpikir "Ia yah," dan mulai menerima hal yang pada awalnya kita
rasa janggal.
Setiap bagian dilengkapi dengan kasus
nyata tokoh- tokoh inspiratif yang banyak dikenal atau perumpamaan yang memaksa
kita untuk sepemikiran dengan penulis. Hal itu membuat maksud yang ingin penulis sampaikan
lebih mudah dipahami. Sangat inspiratif
untuk membuka paradigma
pemikiran mainstream yang terlalu bersifat mimpi.
IV. KELEBIHAN BUKU
a. Halaman buku tidak
terlalu tebal sehingga
habis dibaca sekali
duduk.
b. Warna sampul yang didominasi warna orange dan judul buku yang menarik
sehingga pembaca tertarik
untuk membacanya.
c. Bahasa atau isi yang sedikit nyeleneh akan tetapi
banyak inspirasi dan motivasi yang terkandung didalamnya sehingga seseorang
akan tidak mau atau berpikir seribu kali untuk melakukan sesuatu hal yang bodoh
yang akan merugikan dirinya.
V. KEKURANGAN BUKU
a. Masalah atau cerita yang terdapat antara bab yang
satu dengan bab yang lainnya kurang sinkron. Seperti pada Bab 3 yang membahas tentang Jimmy seorang Motivator dan bab
4 yang membahas tentang Hiroo Onoda orang yang tetap setia terhadap
kekaisaran meskipun kekaisan telah hilang.
b. Ada kalimat-kalimat yang maknanya absurt,
sehingga sulit untuk memahami maksud dari kalimat tersebut. Seperti semua makna
dalam hidup kita dibentuk oleh hasrat alami kita untuk tidak pernah mati.
VI. PENUTUP
Buku yang berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo
Amat dari Mark Manson ini mengajarkan kita bagaimana cara kita untuk
berlapang dada dan ikhlas membiarkan sesuatu pergi dari diri kita, bagaimana
cara kita untuk bisa memilih dan menyortir hal-hal yang penting saja sehingga
tidak memikirkan dan melakukan hal-hal yang sia-sia dalam hidup, bagaimana cara
kita untuk peduli lebih sedikit
dalam artian lebih peduli kepada
hal-hal yang ada dampak serta
berpengaruh terhadap diri dan lingkungan kita sendiri serta buku ini
akan Mengajari kita untuk "jangan berusaha" yang mengakibatkan diri
menjadi "buruk". Seperti kita selalu berusaha agar terlihat lebih
cantik terlepas dari seperti apa kecantikan kita sesungguhnya, sehingga semakin
mati- matian kita untuk berusaha agar terlihat cantik maka kita akan semakin merasa tidak cantik dan tidak menghargai diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar