RESENSI "Slow Living" NIDA' ZAHIDAH ENGIANTI XII.3
Resensi Buku “Slow living”
I.
Identitas Buku
A.
Judul Buku : Slow Living (Hidup Bukanlah Pelarian Tapi
Perjalanan)
B.
Penulis: Sabrina Ara
C.
Penerbit: Syalmahat Publishing
D.
Tahun terbit: 2023
E.
Tebal: 115 halaman
F.
Kategori: Non-fiksi self-improvement / motivasi pribadi
II.
Pendahuluan
Dalam era yang serba
cepat dan penuh tekanan, banyak orang berlomba untuk menjadi yang paling
produktif, paling cepat sukses, dan paling sibuk. Akibatnya, banyak dari kita
lupa menikmati hidup dan kehilangan makna di balik setiap langkah yang
dijalani.
Melalui buku Slow Living, Sabrina Ara mengajak
pembaca untuk menekan tombol “pause” dalam hidup, lalu mulai berjalan dengan
lebih sadar, tenang, dan penuh makna. Ia menegaskan bahwa hidup bukanlah
pelarian dari kesibukan, melainkan perjalanan yang seharusnya kita nikmati
dengan hati yang hadir.
III.
Sinopsis
Sabrina memulai dengan
menggambarkan kehidupan modern yang dipenuhi tuntutan dan perbandingan. Ia
menjelaskan bagaimana pola pikir “harus cepat” sering membuat kita kehilangan
arah dan merasa tidak pernah cukup.
Selanjutnya, ia mengenalkan
konsep slow living cara hidup yang menekankan kesadaran, ketenangan, dan
keseimbangan. Menurutnya, pelan bukan berarti malas, tapi tentang memberi ruang
bagi diri untuk bernapas dan menikmati proses. Dalam bab-bab berikutnya,
penulis memberikan tips dan refleksi praktis untuk menerapkan slow living dalam
kehidupan sehari-hari:
a)
belajar mengatakan tidak,
b)
menetapkan batas,
c)
menata ulang prioritas,
d)
melatih mindfulness,
e)
serta bersyukur atas hal-hal kecil
yang sering terlupakan.
Sabrina
juga membagikan pengalaman pribadinya dalam menemukan makna hidup yang lebih
damai di tengah dunia yang serba cepat.
IV.
Kelebihan Buku
· Bahasanya ringan dan mudah
dipahami: terasa seperti teman yang sedang bercerita, bukan menggurui.
· Relatable dengan kehidupan
anak muda: cocok untuk pembaca yang sedang merasa lelah, overthinking, atau
burnout.
· Mengandung refleksi praktis:
di setiap bagian ada ajakan merenung dan langkah kecil yang bisa langsung
dilakukan.
· Tata tulis ringkas dan tidak
membosankan: tebalnya pas untuk dibaca dalam waktu singkat.
· Pesan yang relevan dengan
zaman modern: mengingatkan kita untuk menyeimbangkan antara produktivitas dan
kedamaian batin.
V.
Kekurangan Buku
· Kurang mendalam secara
teoritis: tidak banyak data atau referensi ilmiah bagi pembaca yang mencari
pendekatan akademis.
· Beberapa ide terkesan sudah
umum: konsep slow living sudah sering dibahas, hanya disajikan dengan versi
personal penulis.
· Tidak semua orang bisa
langsung menerapkan: terutama bagi yang hidup dengan jadwal padat atau tanggung
jawab besar.
VI.
Kutipan Penting
Berikut beberapa kutipan
inspiratif dari buku Slow Living:
“Pelan bukan berarti
tertinggal. Kadang, kita hanya perlu berhenti sejenak agar bisa benar-benar
melihat ke mana arah yang kita tuju.”
“Hidup bukan perlombaan untuk
sampai lebih dulu, tapi perjalanan untuk memahami diri dan menikmati
prosesnya.”
“Ketenangan bukan datang dari
hidup yang sempurna, melainkan dari hati yang mau menerima setiap kekurangan
dengan lapang.”
VII.
Kesimpulan
Buku Slow Living karya Sabrina Ara
adalah bacaan reflektif yang sederhana namun menyentuh. Ia mengingatkan bahwa
hidup bukan sekadar tentang kecepatan, tapi tentang kebermaknaan setiap
langkah. Cocok untuk pembaca yang ingin memperlambat ritme hidup, menenangkan
pikiran, dan menemukan kembali kebahagiaan kecil dalam keseharian. Dengan
bahasa yang ringan dan isi yang penuh makna, buku ini menjadi teman yang
menenangkan bagi siapa pun yang merasa lelah dengan tekanan hidup modern.
Komentar
Posting Komentar