RESENSI "Tetap Tenang Di Dunia Yang Berlari Kencang" CHACHA APRILIA NUR AINI XII.3

 

Resensi Buku “Tetap Tenang Di Dunia yang Berlari Kencang”

 

I.              Identitas Buku

Judul : Tetap Tenang di Dunia yang Berlari Kencang 

Penulis : Imaduddin Fadhlurrahman 

Penerbit : Syalmahat Publishing 

Editor : Esti Utami

Tebal buku : vi + 142 halaman 

Ukuran buku : 14 × 20 cm 

ISBN / SKU : 978-623-5269-45-0

Cetakan kedua, 2025

 

II.           Sinopsis

Dunia yang serba cepat telah membawa kita menjamah berbagai sudut dunia, menghantarkan kita menjelajahi berjuta pengembaraan, mempertontonkan kita beragam makna. Kecepatan memang telah terpenuhi, namun tanpa sadar manusia telah kehilangan begitu banyak perilaku kemanusiaan. Kehilangan banyak pemaknaan.

Yang hadir adalah hasrat yang tak pernah terpuaskan. Hasrat yang terus-menerus mengejar kepuasan dunia.

Manusia sibuk berlari memenuhi ketidakpuasan abadi. Namun, tak juga menemukan ketenteraman, kenyamanan, dan kebahagiaan.

Yang tersisa hanyalah kesunyian, kehampaan, dan kekosongan.

Buku ini semoga menjadi bagian perenungan bahwa mengambil jeda bukan berarti hidup kita tak produktif. Justru jeda sangat kita butuhkan agar tetap waras di tengah dunia yang sedang berlari kencang.

 

 

 

III.       Kelebihan Buku

·       Buku ini hadir dengan tema yang relevan di zaman ini: kecepatan, tekanan hidup modern, kebisingan dunia, dan kebutuhan untuk berhenti sejenak. Banyak pembaca bisa merasa “terwakili”.

·             Gaya penulisan reflektif yang bersahaja: menulis bukan sebagai ceramah yang memaksakan, melainkan ajakan lembut untuk introspeksi. Hal ini membuat buku terasa dekat bagi pembaca umum.

·       Ukuran buku yang relatif ringkas (142 halaman) memudahkan untuk dibaca dalam waktu tidak terlalu lama.

 

IV.         Kekurangan Buku

·       Buku ini mungkin terasa kurang mendalam secara teoritis atau kurang sistematis dalam memberikan langkah-praktis konkret bagi sebagian pembaca yang mencari “cara kerja” spesifik.

·       Konsep buku ini bisa saja terasa terlalu umum atau sudah banyak tema seperti ini, bagi pembaca yang sudah banyak membaca buku pengembangan diri. Sehingga bagi mereka beranggapan buku ini terlalu memiliki konsep yang “pasaran”.

·       Karena ukuran ringkas dan pembahasan yang cukup luas, mungkin tidak semua topik terkupas dengan sangat detail.

 

V.            Kutipan Penting

·      “Hidup bukan sekedar menikmati dunia, tapi bagaimana menjadikan dunia untuk dapat menuai kenikmatan kelak di kehidupan selepas mati.”

·      “Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

·      “Tidak ada yang benar-benar kita miliki di dunia ini. Maka sebagai manusia tetaplah menjadi manusia yang memanusiakan manusia.”

 

VI.         Identitas Peresensi

Nama : Chacha Aprilia N.A

Kelas : XII.3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI "Control Your Attitude" ATAREVAN AKBAR DERIO XII.3

RESENSI " Hidup Tak Selalu Baik-Baik Saja" GLADYS CITRA PURNAMA XII.3

RESENSI "Bertumbuh Mengenal Diri Sendiri" R. NAZWA AULIA NISSA XII.3