RESENSI "You Are Overthinking!" MUHAMMAD ARIEF HIDAYAT XII.3
You Are Overthinking!
Pada Dasarnya, Semua Akan
Baik-Baik Saja
I.
IDENTITAS BUKU
- Judul :
You Are Overthinking! Pada dasarnya, Semua akan baik-baik saja
- Pengarang
: Ratna Widia
- Penerbit
: Psikologi Corner
- Tahun
Terbit : 2020
- Kota
Terbit : Yogyakarta
- Jumlah
Halaman : 220
- ISBN :
9786232442061
II.
PENDAHULUAN
Buku You Are Overthinking! Pada dasarnya, Semua
akan baik-baik saja karya Ratna
Widia merupakah sebuah karya yang menggambarkan suatu individu yang hidupnya
penuh dengan pikiran yang negatif atau biasa disebut Overthinking. Overthingking merupakan fenomena yang melelahkan. Hal ini kerap dialami seseorang
yang terlalu cemas dan berlebihan dalam memikirkan sesuatu. Terkait hal tersebut, buku ini
disertai banyak ulasan mengenai overthingking dalam berbagai sudut
pandang. Mulai dari permasalahan keluarga, masa depan, diri sendiri, bahkan
masalah percintaan. Melalui buku ini, penulis berusaha menyampaikan pesannya
sebagai antisipasi bagi pembaca melalui fenomena harian yang dibalut dengan
perumpamaan kaya diksi, sehingga mampu membuat pembaca berpikiran terbuka,
karena terkadang hanya pikiran kita saja yang berlebihan, tetapi belum tentu seseorang
menilai sesuatu dalam sudut pandang
yang sama seperti kita. Sebagaimana
kutipan dalam buku ini, “Bisa saja dengan terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak malah akan
membuat konsentrasi terpecah, sehingga aktivitas yang sebenarnya bisa dilakukan
dengan baik menjadi salah kaprah.”
III.
ISI RESENSI
a)
Ringkasan Isi
Buku
Buku ini mengajak pembaca menyadari bahwa “overthinking” atau berpikir secara berlebihan dan terus-menerus adalah suatu kondisi yang melelahkan dan menghambat perkembangan bahkan menghambat aktifitas di kehidupan sehari-hari. Penulis buku ini yakni Ratna Widia juga menguraikan beberapa pemicu overthinking seperti trauma masa lalu, pemikiran otomatis negatif, lingkungan yang kurang mendukung, dan kurangnya kedewasaan dalam mengelola pikiran. Buku ini juga menyajikan fenomena-fenomena harian yang sering dialami orang yang overthinking misalnya seperti kecemasan terhadap media sosial (“berapa likes aku ya?”, “kenapa chat-ku Cuma di-read saja?”) sebagai ilustrasi bahwa overthinking bisa muncul dari hal-hal kecil tapi berdampak besar. Kemudian, buku ini juga memberikan “Formula Anti Overthinking” atau cara cara agar terhindar dari overthinking yang terdiri dari beberapa langkah seperti: Mulai menerima diri sendiri (acceptance), Melepaskan (letting go), Berpikir positif (positive thinking), dan Pemecahan masalah (problem-solving). Pada akhirnya, pesan inti dari buku ini adalah meyakinkan pembaca bahwasannya meskipun hidup penuh dengan ketidakpastian, kita bisa mengatasi masalah tersebut dengan mengelola pikiran dan berfokus pada hal yang dapat dikendalikan dan mempercayakan sisanya. Maka ‘semua akan baik-baik saja.
b)
Analisis
& Ulasan
Buku ini merupakan Karya Nonfiksi Motivasional yang membahas kebiasaan overthinking atau berpikir secara berlebihan hingga menyebabkan stres dan ketakutan yang tidak perlu. Ratna Widia menulis dengan bahasa yang ringan, jujur, dan mudah dipahami oleh pembaca muda. Ia tidak hanya menjelaskan apa itu overthinking, tetapi juga memberikan cara praktis untuk mengatasinya. Buku ini terasa seperti percakapan hangat antara teman dan pembaca, bukan ceramah psikologis yang kaku.
KELEBIHAN dari buku ini adalah terdapat pada penulisannya yang sangat personal dan relevan bagi pembaca dari kalangan manapun. Banyak contoh yang diambil dari kehidupan sehari-hari, seperti kekhawatiran akan masa depan, rasa takut gagal, hingga kecemasan akibat media sosial. Hal ini membuat pembaca merasa “Ini Gue Banget” dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi overthinking. Selain itu, ilustrasi dan kutipan positif di beberapa bagian juga memperkuat pesan bahwa setiap orang berhak untuk tenang dan berdamai dengan pikirannya.
Namun, buku
ini juga memiliki KELEMAHAN, yaitu kedalaman bahasa psikologisnya yang
masih terbatas. Ratna lebih menekankan pada motivasi dan pengalaman pribadi
daripada penjelasan secara ilmiah. Bagi pembaca yang mencari pendekatan
psikologis atau ilmiah yang lebih mendalam, buku ini mungkin terasa masih
terlalu ringan. Meski begitu, untuk pembaca umum yang ingin mencari dorongan
semangat dan panduan sederhana, buku ini cocok dan sangat bermanfaat untuk
menenangkan pikiran.
c)
Kutipan
Penting
“A
woman is like a tea bag. You can't tell how strong she is until you put her in
hot water.”
“Lepaskan
apa yang memang bukan milikmu untuk dikendalikan.”
“Kamu
tidak harus selalu punya semua jawabannya sekarang.”
IV.
PENUTUP
Buku
yang di tulis oleh Ratna Widia ini berisi tentang menyampaikan pesan yang
sederhana namun maknanya sangat dalam, bahwa pikiran yang berlebihan sering
kali menjadi sumber utama kecemasan dan ketidakbahagiaan. Melalui gaya bahasa
yang ringan dan seperti berbicara dengan orang yang akrab, Ratna Widia mengajak
pembaca untuk memahami diri sendiri, melepaskan hal-hal yang di luar kendali,
dan percaya bahwa setiap proses akan berakhir dengan jalan yang baik. Ia juga menekankan
bahwa pentingnya untuk menerima ketidaksempurnaan hidup serta berfokus pada
hal-hal yang bisa dikendalikan. Kutipan-kutipan penting seperti “Kamu tidak
harus selalu punya semua jawabannya sekarang” dan “Pada dasarnya, semua akan
baik-baik saja” menjadi sebuah inti dari pesan optimisme dan penerimaan diri
yang dicantumkan pada buku ini. Overall, karya ini bukan sekadar bacaan
motivasi, tetapi juga pengingat lembut bahwa ketenangan sejati berasal dari
keikhlasan dan keyakinan bahwa hidup akan menemukan jalannya sendiri.
V.
IDENTITAS
PERESENSI
Nama:
Muhammad Arief Hidayat
Kelas: XII. 3
Sekolah: SMA MARTIA
BHAKTI
Komentar
Posting Komentar